kala cewek kost gokil menggoda pembayar pajak stnk

Posted on June 18, 2008. Filed under: motorbike to work | Tags: , , , , |

Mulai hari ini ada rutinitas baru yang akan kujalanji setiap tahunnya. Sialnya ini bukan rutinitas yang keren, cuma membayar pajak motor maticku yang jatuh tempo di pertengahan Juni.

Baru sampai di parkiran, seorang pemuda berbisik. “Mas mau ngurus pajak ya, ngantri loh mas. Sama saya aja, cepet mas cuma setengah jam.”

Heh, tapi kutampik tawarannya dengan sopan. (Kalau nitip nanti tak ada cerita yang bisa ditulis di blog ini dong!)

Hitung-hitunganku sih sepertinya bakalan rugi kalau memakai jasanya lantaran pasti bayar padahal perkiraan lamanya pelayanan cuma 90 menit. Kenapa bisa tahu, karena dua jam sebelumnya aku sudah datang ke kantor Samsat dan melihat papan bertuliskan pelayanan bayar pajak itu maksimal 90 tahun eh menit prosesnya.

Persisnya, berkas yang sudah aku siapkan ditolak sebab tak punya surat pengantar asli dari leasing. Bukan salahku juga, soalnya surat itu difaks ke kantor dan katanya itu sudah cukup. Maklum deh ini kan kali pertama mengurus pajak kendaraan bermotor.

Sebetulnya agak bete gara-gara polantas itu mengembalikan map sambil dilempar. “Heh bodoh! Saya kan tadi barusan memberikannya dengan sopan, apa kau gak pernah diajari sopan santun hah!” bentakku dalam hati.

Yang terjadi selanjutnya, aku di atas motor yang melaju kencang dari selatan Jakarta menuju kantor leasing di Kali Malang. Duh, belum pernah ke Jakarta bagian itu lama juga nyasarnya, hiks.

Singkat cerita kembalilah diriku ke kantor Samsat itu. Menyerahkan berkas dan tidak terjadi apa-apa. Aku sama sekali gak tahu kelanjutan prosedurnya… ( T_T bodoh…)

“KRIUKK” Perutku yang cuma diisi roti tadi pagi sudah mulai minta jatah makan siang. Setelah 20 menit berlalu derita menunggu yang membosankan itu harus segera diatasi. Sayangnya makan bukan pilihan soalnya kalu pas dipanggil sedang di luar ruangan bisa repot (catatan penting: jangan bayar pajak sendirian! akan lebih baik kalau ditemani wanita cantik khu khu khu).

Akhirnya aku mengeluarkan buku dari ranselku. Buku Dead Poet Society kutinggal di rumah maka kubaca saja Anak Kos Dodol, Catatan Mahasiswa Gokil von Djokja .

Lucu juga ceritanya, jadi pengen kos bareng Dedew ehehehe. “Hei,” suara hati tiba-tiba menyapa. “Itu kan bukan kos campur!”

Belum sempet kujawab, namaku disebut dengan lantang lewat pengeras suara. Aku datang ke petugas kasir yang memanggilku dan tak lama duit Rp 152 ribu melayang padahal lagi cekak.

Dia menyerahkan slip tanda bukti pembayaran pajak. Beberapa detik kemudian aku bengong dan bertanya-tanya mengapa KTP dan STNK tidak dikembalikan (dua dokumen penting itu disteples seenaknya oleh polantas gendeng itu).

Oh rupanya masih ada satu loket lagi yang harus kuantri. Mereka menyerahkan STNK belakangan yang aku gak mengerti alasannya. Kenapa sih gak bikin pembayaran via ATM atau cara lainnya yang lebih mudah.

Republik ini masih bisa bertahan lantaran ada pemasukan pajak nah wajib pajak yang seperti aku ini harusnya dipermudah dan dilayani bak raja, atau seperti tamu hotel Sheraton Bandung (lima jempol deh pelayanannya, satu jempol lagi pinjem pak polantas tadi). Aku ini masih punya itikad baik bayar pajak tanpa perantara calo pula!

Nah setelah STNK diserahkan, tiba-tiba dari pengeras suara terdengar suara panggilan lagi. “Rahmatulloh!”.

Saya melirik Bapak itu dan agak sedikit iba. Hidupnya pasti kayak Dean dan Sam Winchester di film SUPERNATURAL , soalnya semua orang yang mati pasti datang ke dia kan? ihihihi.

EH! Gara-gara urusan STNK ini aku akhirnya gak kerja hari ini…

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

  • a

  • dimension time

    June 2008
    S M T W T F S
    « May   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...