Keindahan Dalam Kesederhanaan

Posted on May 26, 2008. Filed under: people i meet | Tags: , , , , , , , |

Tiara perak itu berkilauan tertimpa cahaya lampu. Kemilaunya secerah wajah Sandra Angelia yang berhasil meraih tanda kemenangan ajang Miss Indonesia 2008 itu.

Tak pernah terlintas di benak perempuan berusia 23 tahunini untuk mengikuti kontes kecantikan apalagi ia sedang mengejar impiannya menjadi presenter berita televisi. Namun gadis periang dan murah senyum ini akhirnya mendaftarkan diri setelah didesak oleh teman-temannya.

Sandra tak pernah menyangka ia bisa lolos sampai ke final dan akhirnya menang. Ini memang seperti mimpi menjadi kenyataan bagi Sandra yang sewaktu kecil mengagumi tokoh putri dalam film animasi Disney.

“Waktu kecil saya pernah ingin jadi putri yang memakai tiara seperti Cinderella,” ujar saat ditemui Tempo Selasa lalu di sebuah apartemen di kawasan Mega Kuningan. “Tapi jadi Miss Indonesia itu tidak seperti putri di film kartun,” kata Sandra buru-buru menambahkan.

Jalan menuju final harus melalui masa karantina dan serangkaian latihan yang melelahkan. Setelah menang pun ia tak bisa berleha-leha sebab jadwal kegiatan sosial yang padat sudah menantinya. Gadis yang mengaku gugup tampil di depan umum ini pun harus pandai-pandai membawa diri sebab ia dituntut menjadi teladan positif bagi masyarakat.

Di luar itu masih ada persiapan menuju ajang Miss World. Agar sukses di kontes tersebut ada jadwal berolahraga yang ketat setiap harinya ditambah belajar soal peragaan busana dan modelling serta mengasah kemampuan melukis di atas kain sutera.

Tapi Sandra mengaku tak pernah gentar dengan masa-masa yang menurutnya akan penuh perjuangan itu. Ia memang sudah terlatih untuk menghadapi tantangan hidup sejak berumur 13 tahun.

Sandra masih ingat betul saat itu ia dan keluarganya tengah berlibur ke Australia ketika ia ditawarkan sekolah di negeri kanguru itu. Orangtua Sandra menerima tawaran itu dan Sandra didaftarkan di sekolah putri St. Hilda’s Anglican School.

Keluarga Sandra kembali ke tanah air sementara Sandra ditinggal dan langsung masuk ke asrama sekolah itu. “Waktu itu ulang tahun ke-13 sendirian enggak ada teman, sedih banget,” kenangnya.

Karena tanpa persiapan yang matang Sandra pun harus pontang-panting dalam belajar terutama karena kemampuan bahasa Inggrisnya pas-pasan. “Pokoknya parah deh,” ujarnya.

Mau tak mau Sandra harus les bahasa sebelum masuk kelas dan dilanjutkan lagi sepulang sekolah. Butuh waktu dua tahun hingga akhirnya ia bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. “Berat memang tapi itu membuat saya tidak gampang menyerah,” ujar sarjana arsitektur University of Western Australia ini.

Masa-masa penuh kesendirian itu pula yang mengajarkan Sandra menikmati hidup apa adanya. Hidup bagi Sandra adalah mengucap syukur tanap benyak mengeluh maka tak heran juri Miss Indonesia banyak memuji sikap positifnya itu.

Kalaupun rasa gundah datang Sandra akan pergi ke Mill Point, sebuah tempat berumput hijau di tepi sungai. Sandra bisa menghabiskan berjam-jam di tempat itu sendirian. Sambil menyeruput kopi hangat ia melihat matahari perlahan terbenam dan lampu-lampu kota yang mulai menyala di seberang sungai.

Kebiasaan itu masih diteruskan hingga kini. Di sela-sela kesibukannya sebagai Miss Indonesia Sandra akan menghibur dirinya dengan melihat kerlip lampu ibukota dari jendela apartemennya.

“Saya senang melihat keindahan dalam hal-hal yang sederhana,” ujarnya. “Beauty in simplicity.”

Make a Comment

Make A Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

  • a

  • dimension time

    May 2008
    S M T W T F S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...