Gitar Kayu dan Lirik Manis

Posted on April 8, 2008. Filed under: people i meet | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

“Disindir kayak pengamen karena cuma modal gitar akustik”

D’Cinnamons
Sambil tersenyum lebar, personil band D’Cinnamons memamerkan piala emas berbentuk gulungan film yang diraih di Indonesia Movie Award 2008 akhir pekan lalu Band asal Bandung ini menyabet kategori Soundtrack Favorit mengungguli Melly Goeslaw, Slank, dan Ungu.

Penghargaan diperoleh D’Cinnamons lewat lagu “Selamanya Cinta” yang menjadi soundtrack film Cintapuccino. Dodo, Bona, dan LauT memainkan aransemen versi akustik lagu yang pernah dipopulerkan Yana Julio ini.

Musik akustik memang menjadi ciri khas D’Cinnamons sejak dibentuk September 2004. Konsep akustik dipilih demi menyiasati ketatnya persaingan band di Bandung yang mayoritas berformat full band. D’Cinnamons ingin tampil beda sesuai nama band, kayu manis, yang menurut mereka beraroma khas dan mudah dibedakan dari rempah-rempah lain.

Awal karir band ini tidak terlalu mulus sebab tidak semua kafe di Bandung mau menerima band akustik. “Kami disindir kayak pengamen karena cuma modal gitar akustik,” kata Dodo.

Memang diakui LauT, tidak mudah menghidupkan suasana dengan penampilan akustik. Namun ia percaya olah vokal dan permainan musik yang baik bisa membuat penonton tertarik meski cuma memakai instrumen musik yang sederhana.

Tak kurang dari dua tahun D’Cinnamons mengadu peruntungan dari kafe ke kafe sebelum akhirnya menciptakan lagu sendiri. “Lama-lama bosan juga mainin lagu orang,” kata Bona.

Lagu ciptaan Dodo dan LauT yang diberi judul “Loving You” itu dikirimkan ke radio. Dalam waktu singkat papan atas daftar lagu indie favorit bisa ditembus.

Tawaran pun datang dari Pops, salah satu label milik Aquarius Musikindo. D’Cinnamons langsung setuju dan muncullah album “Good Morning” yang sekarang terjual 30 ribu kopi dari target semula yang hanya lima ribu kopi.

Jadwal manggung juga bertambah padat. Yang paling berkesan terjadi di Palembang saat penampilan mereka disaksikan hampir delapan ribu penonton.

Bona mengaku paling senang dengan pementasan sekaligus heran dan geli, pasalnya kala itu banyak yang melempari kacang sukro ke tempat duduknya. “Saya disangka gajah kali ya,” ujarnya sambil tertawa.

Meski gerbang sukses sudah mulai terbuka, D’Cinnamons tidak mau berpuas diri dan terus menjalankan latihan dua kali seminggu di studio mini di rumah Dodo. Rumah Dodo memang menjadi markas untuk D’Cinnamons. “Lumayan sambil latihan dapet makan gratis,” kata Bona yang langsung ditimpali Dodo, “Dasar kopet (pelit)!”

Saling sindir dan bercanda nampaknya memang sudah hal biasa di antara ketiganya. Kesan pertemanan yang setara sangat kentara meski Dodo nampak menjadi figur sentral di band ini. Bagi Bona dan LauT, Dodo adalah sosok yang tangguh, berpendirian kuat, dan pengambil keputusan yang visi masa depan band.

Namun Dodo sendiri mengaku tak mau kelewat dominan, karena itu ia mendorong kedua rekannya banyak menyumbang lagu di album kedua yang rencananya dilepas Juni mendatang. “Kalau saya semua mah gak enak nanti warnanya sama semua,” kata Dodo dengan logat Sunda yang kental.

Dalam album kedua ini D’Cinnamons ingin musiknya lebih ringan dengan lirik sederhana. LauT mengatakan, pilihan kata di lirik berbahasa Inggris dalam album pertama mereka dianggap terlalu berat.

Penyederhanaan itu bagi D’Cinnamons bukan hal tabu karena musik memang harus bisa menyenangkan semua orang. Namun pakem band bermain musik akustik tidak akan pernah diubah karena kata Dodo, “Akustik itu asik!”
EXTRA: 8 Fakta Soal D’Cinnamons

  1. Sebelum D’Cinnamons, band ini bernama Irish Coffee.
  2. Dodo tak suka kayu manis
  3. LauT tak pernah lepas dari 20 lebih gelang di tangan kiri, termasuk saat tidur dan mandi
  4. Aransemen lagu “Selamanya Cinta” dibuat oleh Gatot Alindo, pacar Dodo.
  5. Bona pernah bermain trumpet di marching band sekolahnya Top Drum & Bugle Corps
  6. Selain ngeband LauT nyambi tim kreatif dan pengisi suara iklan di biro iklan.
  7. Personil band cuma tiga tapi rombongan manggung bisa sampai 12 orang.
  8. Dodo selalu membawa boneka babinya saat konser di luar kota

Foto:D’Cinnamons’ Site

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “Gitar Kayu dan Lirik Manis”

RSS Feed for the 8th dimension Comments RSS Feed

[...] 2008, sebuah ajang penghargaan untuk musisi Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Ran bersaing dengan D’Cinnamons, She, Matta Band, dan Meet Uncle [...]

keren banget si band nyaaaa

gimana cara bikin band yg solit

plizzz comen nya donggggg

end gimana cara belajar gitar yg gampang di mengerti tanks

Bang Doel,

Kalo cara belajar gitar ane gak ngerti soale gak bisa maen alat musik. Tapi kalo ditanya kenapa D’Cinnamons bis asolid itu lantaran ketiganya komit memajukan band meski terpisah jarak Bandung-Jakarta yang namanya latihan rutin jalan terus.

Rahasia lainnya ya, bikin band sama teman sepermainan sejak kecil kayak Dodo sama Bona, kalau begitu kemungkinan solid lebih guede toh!

asik lah…


Where's The Comment Form?

  • a

  • dimension time

    April 2008
    S M T W T F S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.