Dokter Dimabuk Asmara, Suster!
Dulunya kupikir ini kisah nyata. Cerita tentang seorang remaja yang super cerdas. Saat teman sebayanya masih berkutat dengan tugas sekolah, Dogie Howser sudah jadi dokter di rumah sakit.
Tentu saja ini rekaan. Sekedar pemilihan sudut cerita agar ada warna berbeda dalam drama serial dengan latar dunia medis ini
Dunia kedokteran dan rumah sakit memang secara harafiah penuh drama kehidupan. Ada yang berjuang hidup ada pula dokter yang berjuang mati-matian menyelamatkan nyawa pasien yang baru saja mencoba bunuh diri.
Nampaknya dunia ini menyediakan sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya bagi para sineas. Sejak film tentang si Dogie ini, serial E.R. (emergency rom) juga sempat meledak. Padahal kalau ditilik, tidak ada kesenangan sama sekali melihat instalasi gawat darurat di rumah sakit, katakanlah di IGD RSCM, nongkrong sebentar saja sudah mabuk darah.
Rumah sakit tak lebih dari tempat yang hening dan bau obat, tapi di tangan para penulis skenario berubah menjadi tempat yang ramai dengan intrik dan wangi romantisme. Bisa disaksikan sendiri mulai penggalan kehidupan para dokter di serial drama House sampai skandal dunia kedokteran yang diangkat dorama adaptasi Black Jack.
Tema percintaan yang gak ada matinya juga tentunya tidak ketinggalan. Tapi Sepertinya tak ada yang lebih serius menggarap topik cinta-cintaan ini daripada penerbit Mills and Boon asal Inggris yang kelihatan mencoba membuat genre baru: Medical Romance.
Ya, medical romance, tulisan itu dicetak di semua halaman sampul novel mereka yang berwarna biru telur asin. Warna baju para dokter di rumah sakit yang biasa terlihat di televisi saat mereka bekerja di ruang operasi.
Kalau warna itu kurang mengingatkan calon pembacanya dengan dunia medis, penerbit punya strategi lain. Wajah dokter dengan baju putih panjang dan stetoskop terpampang di kulit muka buku yang sepintas membuat novel ini kelihatan bak brosur rumah sakit.
Dr. Dallori’s Bride dan The Consultant’s Temptation, hanya sebagian dari judul-judul yang ada. Kok judulnya bahasa Inggris? Ya jelaslah, sebab novel setebal buku-buku komik elex seharga Rp 31 ribu ini memang berbahasa Inggris. Sejauh ini belum tahu dijual di mana lagi selain di toko bukunya Pak Jacob Oetama di Plaza Semanggi.
Diduga kuat novel-novel ini berisi roman picisan, maka agar bisa menikmatinya tanpa kesal Anda harus menyiapkan anestesi untuk menidurkan sementara daya kritis untuk memulai pembedahan isi novel.
“Knife!”
